Popular Posts

Sunday, November 13, 2011

BICARA CINTA & SEMBELIHAN KORBAN

Air Kijang
                         SEMBELIHAN KORBAN  TANDA PEMUTUSAN  CINTA & KASIH SAYANG
                                       HANYA UNTUK  ALLAH TAALA YANG MAHA ESA.
                                                   TIADA RUANG UNTUK YANG LAIN.
SEMBELIHAN KORBAN
                                                                           
ALLAH SUBHANAHU  WA TA'ALA  memberi isyarah tentang  cinta hamba kepada nya dalam firmanya  " Sekali kali tidak akan sampai kepada Allah SWT daging daging dan darahnya, tetapi yang sampai hanyalah ketakwaan  dari kamu sekalian " Al- Hajj 37. Puncak takwa adalah perasaan cinta. Rasa cinta  adalah penolong terbaik untuk patuh dan tunduk kepada Nya.

               " Sesungguhnya orang yang mencintai akan mentaati yang dicintainya."


 ALLAH SWT yang Maha Kuasa, Maha Suci lagi Maha Mulia  adalah Maha Cantik dari segala kecantikkan. Maha Indah dari segala keindahan.  Sesungguhnya Dialah yang Maha Pecinta, yang memiliki kuasa cinta yang tiada batasan dan memiliki kesempurnaan yang tiada  pengakhiran. Maha Agongnya. Dia meminta pengorbanan cinta sebagai bukti sebuah ' cinta'.
PENYATAN KECANTIKAN ALLAH SWT.
       Qais Amiri adalah kekasih Laila.Sekali mata memandang akan diri si-Laila, terlahir sebuah bibit cinta di dalam hati.Dalam laman hati ada taman bunga .  Maka tiada sangkar hati yang mampu untuk membendung limpahan rasa api cintanya terhadap Laila. Lidah di basahi dengan sebutan nama Laila siang dan malam .Akhirnya  dia di gelar 'si majnun' atau si Gila  Apabila Si Laila istiharkan pemintaan  darah dan daging semangkuk pada siapa yang mencintai dirinya,  segera disambut dengan pertanyaan ,  bahagian daging yang manakah yang di minta secara  khusus oleh Laila.,  walhal  pendakwa pecinta palsu yang lain,  lari bertempiaran.
ADAKAH INI LAILA ?
       Begitu jua akan Nabi Ibrahim, yang mendapat jolokkan sebagai ' Khalilullah ' atau kekasih Allah. Di tuntut bukti cinta yang  khusus  hanya untuknya saja. Tiada dua atau tiganya.Cinta Nabi Ibrahim akan anaknya Nabi Ismail, adalah cinta seorang ayah yang penyayang terhadap anaknya yang sangat berbudi dan santun. Dalam rasa rindu dan sayang Nabi Ibrahim  terhadap anaknya,  Nabi Ismail,  anak yang  telah  telah ditinggalkan selama 12 tahun di tanah tandus yang kering kontang,  telah di tuntut oleh Allah swt akan  tambahan pengorbanan. Kali ini,  bukti cintanya bukan sekadar  berpisah jauh antara jasad, tapi di minta korban nyawa.Bukan nyawa seekor  sapi, tetapi nyawa seorang manusia. Bukan  nyawa sebarang manusia, tapi nyawa manusia yang menjadi nyawa anaknya sendiri. Bukan nyawa anaknya, tetapi nyawa satu satu nya nyawa anaknya ketika itu.
SAUDARA MARA DI HARABAN.
       Allah swt menguji hati dan perasaan Nabi Ibrahim.a,s.   Allah secara khusus memilih cara ' sembelihan' daripada cara yang lain. Kalau sekadar mematikan, cukup di bayar upah kepada sesiapa untuk menjalankan kerja yang menyayatkan hati itu. Atau boleh saja di panah dari jarak yang jauh. Tidak berlaku demikian, malah  diperintahi nya Nabi Ibrahim sendiri untuk menyembelih dengan pisau yang tajam. .Anak yang soleh, lantas siap bersedia untuk di sembelih, tiada rasa takut , malah penuh takwa dan pasrah. Ini bukti cinta. Sembelihilah  semua perasaan cinta terhadap segala yang lain daripada Allah swt. Khususkan rasa cinta hanya untuk Allah.
       Allah hanya mahu melihat kesedian hamba dalam menuruti perintah di  atas dasar ' cinta'. Jika kita umat hari ini ada persediaan rasa ' cinta' tertanam, tacap menjunam kedalam lubuk hati, nescaya tidak akan terlihat keengkaran  dan kemungkaran  dilakukan terhadap Allah swt.
Tatkala pisau tajam  menghiris ke batang leher anaknya, pisau itu tiada upaya  memotongnya. Lantas di tanya oleh Nabi Ibrahim kepada pisau tersebut. Terdengarlah dialog antara dua makhluk  Allah yang  taat  itu. . 
Berkata Nabi Ibrahim : . " Wahai Pisau, kenapa engkau tidak menghiris  putus ? "  Di jawab oleh si Pisau  atas  kudrat Allah swt  "  Wahai, Ibrahim, jalankan tugas kamu dan aku jalankan  tugasan aku,    dan perkara selebihnya akan di sempurnakan oleh Allah swt..
 Maka diterima tanda cinta itu dan di hadiahkan dengan gantian seekor kibas.Hari ini, kalau kita bersedia untuk taati  Allah swt,  nescaya semua perkara yang dirasai ' berat' dalam menjalankan hukum hukum Tuhan, akan terasa ringan, di bantu dan di permudahkan oleh Allah swt.


Praktikal korban :-   Adalah dianjurkan, agar sesiapa yang ingin merasai nikmat melakukan ' korban ' untuk Allah swt, beberapa ulama' ada mengamalkan cara  sebegini. Di beli binatang korbannya awal beberapa bulan,  lantas di belanya  sendiri. Di mandikan, di beri makan, di bawa ke padang, sehingga antara dia dengan binatang itu, berputik rasa kasih dan sayang.  Antara mereka berdua, saling bisa berbicara dan saling memahami. Justeru sampai hari korbannya, dia dengan tangannya sendiri menyembelih binatang tersebut. Baru lah dirasai nikmat mengorbankan  milik yang disayangi semata mata untuk sesembahan cinta kepada  Allah swt.
 NOTA 1  ::JIKA  Anda berdalih susah dan tak reti nak buat ?.Perkataan .mana mungkin nya.,  sedangkn untuk meraihi  cinta makluk saja, anda telah sanggup 'memcerdikkan' diri anda dalam banyak perkara                    Renung renungkan lah.
GUNUNG MERAPI. DARI DARATAN JAM GADANG
                    

No comments:

Post a Comment

SAY WHAT YOU THINK OF THIS ARTICLE.